Hingga saat ini saya tercatat sebagai salah satu mahasiswa IPB dengan mayor Ilmu dan Teknologi Pangan. Kalo boleh cerita, awalnya saya bisa mendaftar ke IPB atau lebih tepatnya ke Departemen ITP, hanya karena sebuah game Play Station yang bertitel ‘Harvest Moon : Back to Nature’. Game tersebut mengakat tema pertanian dan hidup selaras dengan alam, sesuai judulnya ‘Back to Nature’. Dalam game tersebut karakter utama yang kita mainkan ialah seorang anak kota yang kembali ke desa dan mengurus sebuah lahan pertanian yang diwariskan oleh kakeknya. Alur yang disajikan game tersebut sangat kompleks mengakat kehidupan seorang petani, mulai dari mengurus lahan, beternak, memancing, mengolah hasil pertanian, hingga bersosialisasi dengan masyrakat desa (http://id.wikipedia.org/wiki/Harvest_Moon:_Back_to_Nature).

Terkesan sepele mungkin, tapi dari game tersebut saya mulai tertarik dengan bidang pertanian dan bercita-cita memajukan pertanian Indonesia. Oleh karena itu saya memilih IPB yang merupakan institut pertanian terbaik se-Asia Tenggara. Sesuai dengan visi IPB yakni menjadi universitas riset terkemuka di Asia dengan kompetensi utama pertanian tropika, berkarakter kewirausahaan, dan bersendikan keharmonisan, saya juga menanamkan visi itu dalam diri saya, agar bisa membawa nama baik Indonesia di dunia Internasional terutama pada bidang pertanian (http://ipb.ac.id/index.php/about).

Saya memilih departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (yang merupakan salah satu departemen terbaik di IPB) sebagai mayor saya,  karena fokus dari departemen ini adalah pangan, yang merupakan kebutuhan pokok manusia. Bayangkan bila dunia ini dilanda krisis pangan, tanpa pangan manusia tidak bisa berbuat apa-apa dan pengetahuan lain pun menjadi tidak berkembang. Selain itu Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) didukung oleh fasilitas yang lengkap untuk penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan penelitian, yang mencakup ruang kuliah, laboratorium praktikum dan penelitian di bidang pengolahan pangan, kimia pangan, biokimia pangan, mikrobiologi pangan, dan sensori, serta laboratorium komputer. Mahasiswa juga memiliki akses untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan pusat, Pusat Informasi Teknologi Pertanian (PITP), dan fasilitas pendidikan dan penelitian di SEAFAST Center (laboratorium penelitian, ruang kelas untuk pendidikan jarak jauh, dan pilot plant pengolahan pangan). (http://itp.fateta.ipb.ac.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=21&Itemid=38&limit=1&limitstart=0)

Selain itu ITP juga memiliki koneksi yang cukup tinggi dengan dunia Internasional, contohnya telah diakuinya ITP pada IFT dan ITP juga telah bekerja sama dengan SEAFAST yang merupakan pusat riset pertanian dan pangan se-Asia Tenggara. (http://seafast.ipb.ac.id/)